Sujud Nisa di Kaki Tahujjud-Subuh


Buka-buka tas dan ngliat novel yang tiap hari ku bawa kerja, walau gag ku buka karna dah tamat berkali-kali ku baca. Novel itu yang menginspirasi nama jagoan kecilku Muhammad Abbad al Irsyad. Novel berjudul “Sujud Nisa dikaki Tahuajjud-Subuh” ini adalah pemberian kangmas dulu pertama ketemu….soswwiiiiiiittt :mrgreen: . Penulisnya bernama Kartini Nainggolan, dengan tokoh utama bernama Khalifah Khairunnisa yang biasa dipanggil Nisa, seorang putri dari bapak pembuat gula yang sedang melanjutkan studi S2-nya dan seorang ibu rumah tangga yang membantu suaminya menjual sayuran dipasar.

Pada awalnya Nias galau akan meneruskan studinya ke jenjang kuliah atau tidak, melihat orang tuanya yang kesulitan ekonomi di tambah biaya kuliah bapak dan kakak laki-lakinya yang juga sedang kuliah. Tapi kegigihan bapak yang ingin sekali melihat Nisa melanjutkan studi akhirnya membawa Nisa ke kota Pelajar untuk menimba ilmu di bangku kuliah. Hari2 yang lalui diawal kuliah berjalan lancar, bahkan teramat lancar. Ia memenangkan lomba menulis novel di kampusnya yang membuat ia dikagumi banyak orang dan bisa mendapat uang tambahan dengan mengisi kajian2 tentang novel. Tapi di sinilah awal keterpurukannya yang membuat ia jauh dari jalan Allah. Fitnah menghampirinya karna ketenarannya membuat sesoorang iri, foto rekayasa yang tak pantas untuk di lihat telah terpajang di kampus dan dilihat oleh seantero jagad kampus, seketika itu ia terpuruk dan memulai hidupnya dengan selalu menyalahkan bapaknya yang telah memaksanya ke perguruan tinggi. Glamour, boros, berfoya-foya, adalah ciri khasnya sekarang.

Sungguh Allah Maha Besar, ia tak membiarkan hambanya tetap dalam kesesatan. Allah mengirimkan mimpi yang sungguh nyata pada Nisa, mimpi tentang kiamat dan hari kebangkitan, siksa yang begitu perih dan pertemuannya dengan malaikat pencabut nyawa, tentang pertemuannya dengan seorang yang begitu bersinar dan membuat nya damai di tengah kesakitannya, seorang itu membawa kitab suci Al Qur’an, seorang ini semasa hidupnya gemar membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, hingga ia terpuruk lagi dalam kegelapan dankesakitan yang tiada tara.

Mimpi itulah yang membawanya kembali kejalan Allah. Hingga ia memutuskan untuk menutup auratnya dan menikah dengan pria pilihan orang tuanya. Pria ini adalah pria yang begitu sholeh bernama Abbad al Irsyad (nama ini adalh inspirasi nama jagoanku). Cobaan terus menimpa Nisa dan Irsyad, di tengah kebahagiaan merekan sebagai pengantin baru, ternyata penyakit bersarang dii kepala Irsyad yang cukup membuatnya sakit sepanjang hari. Terdapat benjolan sebesar bola pingpong di dalam kepalanya. Cobaan tak hentinya menghampiri mereka.

Salah satu yang membuat ku haru adalah surat yang ditulis Irsyad sebelum mereka menikah:

Teruntuk: Calon Istriku (Khalifah Khairunnisa)

Dari: Abbad al-Irsyad

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care. Allah selalu bersama kita.

Ukhtiku, masihkah menungguku…? hm… menunggu, menanti, atau whatever-lah yang sejenis dengan itu, kata orang membosankan. Benarkah?!

Menunggu…

Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang “istimewa”, tetapi bagiku menunggu adalah hal istimewa. Banyak hal yang bermanfaat yang dapat dikerjakan selama menunggu, misal membaca, menulis, diskusi ringan, dan lain-lain.

Menunggu dapat juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya, melihat fenomena kehidupan disekitar tempat menunggu, atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati. Eits…, bukan berarti melamun atau berkhayal dengan pikiran kosong. Karena hal itu justru berbahaya dan dapat mengundang makhluk “dunia lain” masuk kejiwa. Banyak hal lain yang dapat kau lakukan saat menunggu. Percayalah, tak selamanya sendiri itu perih. Saat menanti, kita sebenarnya dapat lebih produktif. Mumpung waktu kita masih banyak yang luang, belum tersita dengan kehidupan rumah tangga. Jadi, waktu kita untuk mencerahkan umat saat ini pun masih banyak dan beragam.

Karenanya, wahai bidadari dunia…

Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang. Bukan aku tak ingin, bukan aku tak mau, bukan aku menunda. Tapi, persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan rumit. Bahkan,Β  penyakitku sendiri sedikit kuabaikan sebab aku tidak ingin membuat orang-orang di sekelilingku, orang-orang yang mencintaiku, tahu tentang penyakit ini, karena hal itu hanya akan membuat mereka bersedih. Tahukah Ukhtiku, begitu banyak anak tak berdosaq yang harus menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh layu, hingga muntaber. Di tambah lagi bencana demi bencana yang melanda negri ini. Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit, tetapi seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah kemuliaan. Pemberian di saat kita sedang sangat kesusahan merupakan pemberian terbaik. Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya untuk diri sendiri.

Ukhtiku…

Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, jangnalah gelisah. Telah kulihat wajahmu dan aku mengrti, betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu. Percayalah padaku, aku pun rindu akan hadirmu. Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang. Karena, jalan ini masih panjang, banyak hal yang menghadang. Hatiku pun melagu dalam nada angan. Seolah sedetik tiada tersisakan. Resah hati tak mampu kuhindarkan, tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan. Karang asaku tiada kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan. Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan. Keputusan besar untuk datang kepadamu.

Ukhtiku,,,

Jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu. Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi cinta, bahwa ini hanya liku hidup yang pasti berakhir. Yakinlah… saat itu pasti kan tiba. Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu. Karena kecantikan hati dan imanlah yang dicari. Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura luarmu. Karena aura keimananlah yang utama. Itulah auramu yang memancarkan cahaya surga, merasuk dan menembus relung jiwa.

Wahai perhiasan teridah…

Hidupmu jangan kau pertaruhkan hanya karena kau lelah menunggu, apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari. Jangan pernah merasa hidup ini tak adil. Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup. Pasarahkan inginmu sedalam kalbu, pada Tahajjud malammu. Bariskan harapmu sepenuh rindu, pada istikharah di shalat malammu. Pulanglah kepada-Nya, ke dalam pelukan-Nya. Jika memang kau tak sempat bertemu diriku, sungguh… itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci. Dan, kau terpilih menjadi ‘Ainul Mardhiyah di Jannah-Nya.

Ukhtiku…

Skenario Allah adalah skenario terbaik. dan, itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita. Karena, Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang, merenda hari esok seperti yang kita harapkan, untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita-cita kita.

Ukhtiku…

Aku tahu kau meriduiku. Bersabarlah, saat indah kan menjelang jua, sat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan. Apa kabarkah aku disana? Lelahkah kau menungguku berkelana? Bisa bertahankah kau di sana? Tetap bertahanlah kau di sana… AKu akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu. Bila waktu itu telah tiba, kenakanlah mahkota itu, kenakanlah gaun indah itu… Masih banyak yang harus kucari tuk bahagiakan hidup kita nanti…

Ukhtiku…

Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir. Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera. Kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang. Cinta membuat hati terasa terpotong-potong. Jika di sana ada bintang yang menghilang, mataku berpendar mencari bintang yang datang. Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang…

Kuawali hariku dengan tasbih, tahmid, dan shalawat. Dan, mendoakanmu agar kau selalu sehat, bahagia, dan mendapat yang terbaik dari-Nya. Aku tak pernah berharap, kau kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini. Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup. Maka, hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hiduo ini. Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau tuk dikagumi. Akulah orang yang kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga, dan mencintaimu.

Ukhtiku…

Saat ini aku hanya daoat mengagumimu, hanya dapat merindukanmu. dan, tetaplah berharap, terus berharap. Berharap aku kan segera datang. Jangn pernah berhenti berharap, karena harapn-harapanlah yang membuat kita tetap hidup. Bila kau jadi istriku kelak, jangan pernah berhenti milikiku dan mencintaiku hingga ujung waktu. Tunjukkan padaku kau kan selalu mencintaiku. Hanya engkau yang aku harap. Telah lama kuharap hadirmudi sini. Meski sulit, harus kudapatkan. Jika tidak kudapatkan didunia… kan kukejar san ‘Ainul Mardhiyah yang menanti disurga. Ku akui cintaku hanya hinggap disatu tempat, aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu. Namun, sejujurnya semua itu hanyalah persinggahan egoku. Pelarian perasaanku dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku. Waktu pun terus berlalu, aku kian mengerti apa yang akan kuhadapi dan apa yang harus ku cari dalam hidup. Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini, untuk dirimu yang selalu bijaksana. Aku goreskan syair sederhana ini, untuk dirimu yang selalu mempesona, memahami dan mencintaiku apa adanya. Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu. Semoga…

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya, Fillah….

Surat ini tak ia sampaikan pada NIsa, mungkin karna surat ini terlalu mesra untuk diungkapkan, sebab pernikahan belum terjadi. Surat ini Nisa temukan saat Irsyad berada dirumah sakit.

Sungguh luar biasa kesabaran yang dimiliki kedua pasangan ini. Tapi takdir Allah berkata lain, setelah berbagai upaya penyembuhan yang penuh dengan air mata kesabaran, akhirnya Allah memanggil Irsyad kembali pada Sang Pencipta. πŸ˜₯ πŸ˜₯

Bertahun-tahun setelah kepergian suaminya, Nisa pun sadar tak selamanya ia harus terpuruk dalam kesedihan dan kesendirian. Pasien yang ia tangani di rumah sakitlah yang membuatnya sadar, pasien tersebut tak memilik sanak saudara, ia hanya sendiri di rumah sakit tersebut, stelah kejadian itu Nisa memutuskan untuk bangkitΒ  melanjutkan studi dan mengisi seminar serta kajian. Sekarang ia bahagia dengan buah hati dan suaminya yang ternyata adalah teman satu kampus dimasa mudanya. Rencana Allah memang indah.

Banyak banget pelajaran yang bisa ku ambil dari novel ini. Ketabahan, kesabaran, Istikomah, kesetiaan, kasih sayang, sungguh indah. Bahwa hidup yang kita inginkan tak seindah hidup yang sudah Allah rencanakan pada semua hamba-Nya. Makin cinta deh sama Kangmas 😳 😳

Iklan

18 komentar

  1. bund Dew Jogjanya mana sih? aku samperin ke rmh yaaa.. *pinjem novelnya πŸ˜€

    1. hahahahahaha
      di PJKA itu loh bund…. πŸ˜€
      sini mampiir,
      biaya sewa sehari 50rb ya bund… πŸ˜†

      1. waaahhh… mahal amir sewanya… πŸ˜€
        PJKA itu mana sih?

        1. itu loh,,, XXI ke utara bund,, deket bengkel KA balaiyasa

        2. ooohh situ yaaa.. deket!! kpn kita kopdar sama mb ika? email nomer hp dong bund Dew.. ke madinahalmunawaroh@gmail.com yaaa

        3. hihihi aku bunda paling enom aliyas mude ye buuuukkk :mrgreen:

    2. Bunda Muna jogja juga pa? Kapan2 ketemuan yuk πŸ™‚

      1. hihihiihi ni bundanya jogja semau ya…..? πŸ˜€

        1. Saya asli jogja sekarang tinggal dipurworejo tapi suka piulang kampung πŸ™‚

      2. ayuuukkk mbak Ika!! aku mau bgt ketemuan.. minta nomer hp dong bund Dew and mb Ika..
        selain kt bertiga, sapa lg blogger yg tinggal di Jogja?

        1. aku udah sent emil yaa mbak Ika.. da nomer hapeku.. hehe

        2. aku nyusuuul… πŸ˜€
          dewi.duniakreasi@yahoo.com

        3. Sip, dah aku sms mbak πŸ™‚

  2. Semoga doa yang diberikan ke pangerannya bisa dikabulkan sesuai dengan yang diinginkan.. πŸ™‚
    Romantis dan banyak banget pelajaran yang bisa diambil. πŸ™‚

    1. romantiiis bangeeeet,,,,, tapi kayaknya aku belum bisa deh setegar nisa,,,baca novelnya mas,,, maybe mewek juga :mrgreen:

      1. lempar ke serpong dong.. πŸ˜€ *cari gratisan*

        1. manusiawi banget itu,, *cari gratisan
          :mrgreen:

Di tunggu komennya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PastiPanji

Panji Prabowo Weblog - Ide dan Pemikiran

Rafid Family

Everyday Is A Wonderful Life

Tokyobling's Blog

Tokyo in Photos

Timbangan Salter Dunia Timbangan

DUNIA TIMBANGAN,081280780615,081291999252,men Jual Timbangan Salter,Harga Timbangan Salter 5 Kg,10 Kg,25 Kg,50 Kg,100 Kg,Timbangan Salter,Timbangan Gantung Salter,Timbangan Salter 5 Kg,10 Kg,25 Kg,50 Kg,100 Kg,Harga Timbangan Duduk,Harga Timbangan Nagata,Harga Timbangan Analitik,Harga Timbangan Digital,Harga Timbangan Manual,Harga Timbangan Duduk Digital,Harga Timbangan Mekanik,Harga Timbangan Buah Digital,Harga Timbangan Duduk Digital,Harga Timbangan Gantung Digital,Harga Timbangan Gantung,Harga Timbangan Sapi,Harga Timbangan Laundry,Harga Timbangan,Timbangan Duduk,Timbangan Digital,Timbangan Mekanik, Timbangan Duduk Digital,Timbangan Laundry,Timbangan Sapi,Timbangan Nagata,Timbangan Cahaya Adil,Timbangan Allegra,Timbangan Quattro,Timbangan Adam,Timbangan Analitik,Timbangan Chq,Timbangan Matrix,Timbangan Salter,Timbangan Pocket,Timbangan Manual,Timbangan Gantung Manual,Timbangan Gantung Manual

Khadijah Al-Ifra

Pecinta Bunga

Chasing Destino

I'll be outside of the mosh pit . . . waiting with bandaids and kleenex . . . I can also work magic with an ace bandage. Just sayin' . . .

Syafni's Blog

Mari Berbagi

Rumah Puisi Beni Guntarman

Puisi itu indah. Nikmati keindahannya!

Wo Shi ShaB

Writer in the making

Pojok Darsono

COKLAT CINTA

I love cianjur

ane suk4 sama kota cianjur

Potret Bikers

All about automotive, photography, gadgets, culinary, & Travel

danirachmat

duit dan hidup diobrolin santai

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

%d blogger menyukai ini: