Perlakuan Ayah Bunda Terhadap Anak yang Masih Kecil


Haluw buibu dan pakbapak, dan omom serta tantetante calon ayah dan bunda ,,, udah ngapain aja si kecil hari ini? udah bertambah ilmu apa si Kecil? atau sudah bisa ngapain si Baby? Jangan lewatkan waktu-waktu penting bersama si kecil ya, jangan nyesel di belakang ya kalo hubungan dengan buah hati jadi kaku karna melulu kerjaan yang dipikirin. Tau kalo si kecil berkembang pola pikirnya, tambah pinter ngomongnya(asal jangan pinter ngibul aja :mrgreen:) it’s amazing.

Kali ini aku share tentang bagaimana sih harusnya bersikap sama anak yang baik dan benar, bunda Dewi lagi latihan juga niy πŸ˜€

Cintailah anak-anak kecil dan sayangilah mereka. Jika engkau menjanjikan sesuatu kepada mereka, penuhilah janjimu itu. Karena mereka itu hanya dapat melihat, bahwa dirimulah yang memberi rizki kepada mereka. (HR. Bukhari)

Penjelasan:

Bagaimana perlakuan ayah bunda terhadap anak-anak yang masih kecil? Siapa si yang dinamakan anak kecil? Anak kecil yaitu anak yang mulai bisa berjalan sampai dengan umur dua belas tahun. Kira-kira anak yang berumur 1 1/2 tahun atau 2 tahun sampai kelas VI SD.

Nabi memberitahukan bagaimana perasaan anak-anak itu memandang ayah bundanya sebagai sumber segala-galanya. Ya sumber minta uang, sumber rizki, dan sumber segala macam. Pendek kata, anak-anak memandang sosok tubuh ayah bundanya adalah segalanya bagi mereka. Maka kalau ayah bundanya penuh kasih sayang, maka anak-anak akan merasa aman. Tapi, kalau ayah bundanya kasar dan kejam. anak-anak akan merasa terancam.

Betapa bijak Rasulullah saw. Beliau mendahului hasil penelitian para psikolog anak, pedagogis danΒ  lain sebagainya. Baliau jauh mendahului penelitian dunia modern. Darimana Rasulullah mengerti, bahwa gambaran anak-anak terhadap orang tuanya begitu rupa? Hal adalah wahyu dari Allah swt. Bukan hasil experimen, bukan hasil penelitian dan juga bukan pengalaman.

anak_bermain_dg_ortu

Kalo ayah bunda kejam, anak langsung reflektif. Karna itu, untuk tau akhlak ayah bunda, tanyakan aja sama anak-anak yang umur 2-12 tahun (nah lo…).Sebab, anak yang umurnya sekitar itu belum luas pikirannya. Karna otu, kita dalam memperlakukan anak tidak boleh sembrono ya,,, πŸ˜€

Dalam hal ini Rasulullah saw. memberikan dua kunci: Pertama, curahkan rasa cinta dan kasih sayang kepada anak-anak. Kedua, kalau berjanji kepada anak-anak, penuhi segera, sehingga sosok manusia yang benar bagi anak itu jelas. Tapi kalau ayah bunda zaman kini, hampir gag ada yang jujur (bener gag,,,,??), maka sulit diperoleh generasi manusia baru yang jujur. Kalau anak hanya diberi uang, sedangkan kasih sayang dan cinta tidak ada, kemudian kejujuran ayah bunda kepada anak juga tidak ada, maka uang yang diberikan itu tidak ada artinya untuk membina diri, mental si anak. Kalau kita sekarang ini merasa menjadi manusia dewasa yang rusak, maka pangkalnya ada pada ayah bunda kita.

Hal ini bisa dinuktikan, terutama pada anak putri. Orang tua marah sedikit saja kepadanya, maka ia akan berkata:

“wah, galak bener bapak ini!”

Walaupun dia si anak salah, tapi ia tidak mau dimarahi. Begitu pula kalau orang tua dimintai anaknya buku gambar misalnya. Lalu si orangtua lupa membelikan buku tersebut, buku pesanan anaknya, maka orang tua akan dikejar-kejar seraya dia bilang: “Bohong……,Bohong!”

Jadi, reaksi anak keluar dengan murni. Dia tidak mengerti orang tua itu lupa atau tidak. Pokoknya dipesan buku gambar dan sang ayah mengiyakan, maka si ayah pulang harus membawa buku gambar. Kita harus berhati-hatiΒ  dalam berlaku kepada anak. Maka kalau ayah sudah tau bimbingan agama semacam ini, tidak mudah berjanji kepada si kecil. Kalau si ayah memang tidak ada uang, yang terus terang berkata : ” Ayah belum ada uang, ad’ jangan minta dulu ya.”

Ayah yang Islam, tidak perlu menggunakan tipu daya seperti yang diajarkan oleh Psikologi Modern.

Kalau menurut Psikolog Modern Barat mengenai hubungan ayah dan anak, maka Ayah harus terus terang. Teori ini memang benar, tapi selaku Muslim kita sudah punya dasar sendiri.

Islam telah memberikan kunci perilaku ayah bunda kepada anaknya yang berumur 1,5 tahun sampai 12 tahun. Dengan pedoman ini, maka kita tau, bahwa kunci keberhasilan anak terletak pada ayah bunda yang dapat mencurahkan cinta dan kasih sayangnya kepada anak. Kita perlu ingat, bahwa anak-anak kita tidak akan pernah mengerti, bahwa rizki itu datang dari Allah. Janganlah kita berkata pada mereka:

“Kamu harus bersabar, Allah belum memberi rizki kepada kita.”

Si anak tidak tau pemikiran seperti itu. Dia hanya tau, bahwa ia hidup dari uang yang diberikan oleh ayah bundanya. Kalau ayahbundanya kikir, maka dia pun memeproleh gambaran, bahwa yang namanya Tuhan juga kikir. Hal ini perlu kita perhatikan. Oleh sebab itu bila kita ingin memberikan gambaran tentang Allah sebagai Tuhan Maha Pemurah, maka ayahbunda harus bersikap pemurah kepada anak2nya, supaya anak mengerti. Salah satu teknis yang digunakan oleh Komunis untuk merusak agama pada jiwa anak adalah dengan jalan pemberian pendidikan seperti ini. Anak yang berumur 5 tahun ditutup matanya, misalnya anak itu bernama Fulan.

“hai Fulan, coba kamu memohon kepada Tuhan, ” Ya Tuhan, saya minta permen!” Kemudian si Fulan menirukan seperti itu, lalu gurunya bertanya, “Apakah Tuhan dapat membrikan permen kepadamu, hai Fulan?” Jawab Fulan, “Tidak, Bu Guru!” Lalu sang guru berkata pada Fulan, “Coba kamu minta pada ibu guru, BU Guru minta permen!” Kemudian Fulan menirukannya dengan segera si bu guru itu memberikannya. Lalu bu guru itu bertanya lagi, “Fulan, kalau begitu Tuhan itu dengan bu guru dermawan yang mana?” Maka Fulan tentu saja menjawab, “Dermawan Bu Guru!”

Dengan cara itu, jiwa anak sudah dapat dirusak. Jadi, sabda Rasulullah saw tepat sekali. Kalau kita ingin menanamkan dan menciptakan jiwa agama pada anak, supaya mereka nanti dapat ,e,ahami, bahwa Allah-lah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pemurah, maka ayah bundalah yang pertama kali harus menanamkannya pada anak-anaknya.

Kemudian, perilaku yang kedua, Rasulullah bersabda:

Barangsiapa mempunyai anak kecil, hendaklah ia turut berlaku kekanak-kanakkan kepadanya,” (HR. Ibnu Babawaih dan Ibnu ‘Asakir)

Kalau ada anak kecil, maka kita diperintahkan oleh Rasul melayani permainan ke kanak-kanakkan. BUkankan ini luar biasa? Ayah yang sudah berumur 50tahun, anaknya masih ada yang berumur 2 th, disuruh turut bermain kuda-kudaan. Coba praktekkan sama si kecil ya. Apa kemauan anak, turutilah, tentuu anak akan merasa dekat.

Dengan demikian, Si kecil mempunyai kesan, bahwa Tuhan pun kasih dan sayang seperti ayah saya. Kalau si anak bertanya: ” Apakah Allah sayang sama Fulan, yah?” Maka jawablah “Ya, bukankah ayah sayang sama kamu? Nah begitu juga Allah sayang sama kamu”

Rasulullah menyuruh kita bermain ke kanak-kanakan dengan anak-anak.Apakah dengan anak sendiri atau dengan anak orang lain? Hadist ini berlaku untuk semua anak, yaitu anak sampai batas 12 tahun. jika mereka dilayani, mereka merasa akrab dan dapat merasakan kasih sayang si orang tua. Kalau anak sudah berumur 15 tahun, sudah malu bermain -main dengan orangtuanya.

Anak-anak kalau ikut menemui tamu, mereka senang mengganggu tamu. Biarkan saja selama tidak merusak dan jangan dilarang, supaya merekan berlatih berkenalan dengan orang lain.

Adat tradisional lingkungan kita yang melarang anak ikut menemui tamu, adalah tidak benar. Rasul sendiri memberikan tuntutan seperti itu. Bahkan ketika Rasul shalat berjamaah, cucunya menaiki punggung beliau saat sujud, dibiarkan saja. Bahkan beliau semakin lama sampai cucunya turun dengan sendirinya. Sebab apa beliau demikian? Karna Rasulullah berlaku kasih sayang kepada anak-anak. Ketika Hasan dan Husein turun dari punggung beliau, baru Rasulullah bangkit dari sujud.

Rasulullah saw. mengikuti tingkah laku anak-anak, lalu mengapa kita tidak mau? Kita merasa gengsi mengikuti tingkah anak-anak, malu kepada orang. Justru kita harus mempraktekanya, agar orang-orang tua menjadi akrab dengan anak-anak. Kebanyakan orang Islam malu melayani permainan dengan anak-anak, seprti tepuk tangan, berjoget seperti guru taman kanak-kanak.Orang-orang non muslim justru mempraktekan hadist ini.

Iklan

13 komentar

  1. hehe,. aku termasuk galak ya kali, anakku diajari pe-de, suruh loncat aja ke kolam renang 3 meter terus liat2an di dalam air, atau naik tralis jendela sampai plafon πŸ˜€

    1. Bunda Dewi · · Balas

      hahaha itu peljaran jadi militer pak πŸ˜€

      1. ooh gitu? pantes ditrima di sma tar-nus magelang dan akmil (tapi pilih itb aja). Bunda pinter deh nebak dan pas bikin judul. πŸ˜€

        1. Bunda Dewi · ·

          hihihi dapet hadiah apa nih aku???

        2. siip! bola kristal mini alias kelerang ya.. kirim ke mana?

        3. Bunda Dewi · ·

          ke kebumen, via email aja yak πŸ˜†

  2. Senang sekali saya menyimak & belajar Islamic Parenting.
    Terimakasih atas tulisan yang mencerahkan ini.

    Salam kenal dari saya, selamat berkarya dan bermanfaat.

    1. Bunda Dewi · · Balas

      Tengkyuuuu salam kenal lagi πŸ˜€

  3. mantebs, boleh kopas ?

    salam kenal dari lini masa @lambangsarib

    1. Bunda Dewi · · Balas

      Monggo monggo,,,,,
      salam kenal baliiik :mrgreen:
      lagi latihan jadi bunda yang baik ini,, amiiin

      1. keren kok tulisannya.

        Hadits itu mau buat isi ini loh…..

        http://lambangsarib.wordpress.com/category/quotes/

        1. Bunda Dewi · ·

          maturnuwun pak,,, πŸ˜€

Di tunggu komennya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PastiPanji

Panji Prabowo Weblog - Ide dan Pemikiran

Rafid Family

Everyday Is A Wonderful Life

Tokyobling's Blog

Tokyo in Photos

Timbangan Salter Dunia Timbangan

DUNIA TIMBANGAN,081280780615,081291999252,men Jual Timbangan Salter,Harga Timbangan Salter 5 Kg,10 Kg,25 Kg,50 Kg,100 Kg,Timbangan Salter,Timbangan Gantung Salter,Timbangan Salter 5 Kg,10 Kg,25 Kg,50 Kg,100 Kg,Harga Timbangan Duduk,Harga Timbangan Nagata,Harga Timbangan Analitik,Harga Timbangan Digital,Harga Timbangan Manual,Harga Timbangan Duduk Digital,Harga Timbangan Mekanik,Harga Timbangan Buah Digital,Harga Timbangan Duduk Digital,Harga Timbangan Gantung Digital,Harga Timbangan Gantung,Harga Timbangan Sapi,Harga Timbangan Laundry,Harga Timbangan,Timbangan Duduk,Timbangan Digital,Timbangan Mekanik, Timbangan Duduk Digital,Timbangan Laundry,Timbangan Sapi,Timbangan Nagata,Timbangan Cahaya Adil,Timbangan Allegra,Timbangan Quattro,Timbangan Adam,Timbangan Analitik,Timbangan Chq,Timbangan Matrix,Timbangan Salter,Timbangan Pocket,Timbangan Manual,Timbangan Gantung Manual,Timbangan Gantung Manual

Khadijah Al-Ifra

Pecinta Bunga

Chasing Destino

I'll be outside of the mosh pit . . . waiting with bandaids and kleenex . . . I can also work magic with an ace bandage. Just sayin' . . .

Syafni's Blog

Mari Berbagi

Rumah Puisi Beni Guntarman

Puisi itu indah. Nikmati keindahannya!

Wo Shi ShaB

Writer in the making

Pojok Darsono

COKLAT CINTA

I love cianjur

ane suk4 sama kota cianjur

Potret Bikers

All about automotive, photography, gadgets, culinary, & Travel

danirachmat

duit dan hidup diobrolin santai

Winny's Personal Life

One Kind Word can change someone's entire day!!

%d blogger menyukai ini: